Apa Itu Fenomena "The Hum"?

Fenomena ini dikenal dengan nama "The Hum" — suara frekuensi rendah yang sering kali terasa sebagai getaran. Ciri-ciri utamanya meliputi:

  • Sulit terdengar di luar ruangan, tetapi sering muncul di dalam ruangan, terutama saat malam hari ketika sedang berbaring di tempat tidur.

  • Terdengar seperti ada kendaraan di luar, namun tidak ada sumber visual yang dapat ditemukan.

  • Tidak semua orang di lokasi yang sama bisa mendengarnya — hanya individu tertentu yang mengalaminya.


Sejarah Kemunculan "The Hum"

Fenomena ini pertama kali tercatat dan diperbincangkan di Bristol, Inggris, pada pertengahan tahun 1970-an. Sebuah surat kabar lokal mulai menerima laporan dari warga yang mendengar suara aneh tersebut.

  • Teori awal menyebutkan bahwa suara itu berasal dari kipas angin industri besar di gudang sebuah department store.

  • Namun, ketika gudang tersebut ditutup beberapa tahun kemudian, suara misterius itu tetap terdengar.

Sejak saat itu, "The Hum" dilaporkan di berbagai kota di Inggris, terutama di wilayah pesisir seperti Hythe, Plymouth, Southampton, Swansea, dan juga di London.

Pada tahun 1990-an, fenomena ini muncul di Amerika Serikat, pertama kali di Taos, New Mexico, lalu di Kokomo, Indiana. Kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia: Kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, dan sejumlah kota di Eropa. Bahkan beberapa tahun lalu, warga di kawasan Oslo, Norwegia juga melaporkan suara dengung yang tidak dapat dijelaskan.


Mengapa Suara Ini Bisa Terjadi?

Para peneliti dari Norwegian University of Science and Technology yang dipimpin oleh Profesor Markus Drexl menyimpulkan bahwa penyebab "The Hum" terbagi menjadi dua kemungkinan utama:

1. Pendengaran Frekuensi Rendah yang Sangat Baik

Sebagian kecil orang memiliki kemampuan pendengaran yang sangat peka terhadap suara frekuensi rendah yang sebenarnya ada di lingkungan, tetapi tidak terdengar oleh kebanyakan orang. Dalam penelitian terhadap sejumlah partisipan, hanya dua orang yang memiliki pendengaran di atas rata-rata pada frekuensi rendah tertentu.

“Meskipun kelompok yang kami uji kecil, ini tetap menunjukkan bahwa hipotesis tentang pendengaran super tajam untuk frekuensi rendah tidak berlaku bagi kebanyakan orang.”
— Prof. Markus Drexl

2. Bentuk Tinnitus Frekuensi Rendah

Bagi sebagian besar penderita "The Hum", penyebabnya adalah tinnitus — yaitu sensasi mendengar suara di telinga atau kepala tanpa adanya sumber suara eksternal.

Bagaimana telinga bisa menghasilkan suara?

Di dalam telinga bagian dalam, terdapat organ bernama koklea yang secara alami menghasilkan suara lemah dengan berbagai frekuensi (biasanya antara 500–5000 Hertz). Suara ini disebut emisi otoakustik, yaitu produk sampingan dari proses tubuh untuk mengeraskan suara tertentu.

  • Kebanyakan orang tidak mendengar suara hasil emisi ini.

  • Namun, sebagian kecil orang bisa mendengarnya, dan suara tersebut dapat terasa sebagai tinnitus yang mengganggu.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLOS One, para peneliti menguji apakah partisipan mereka mendengar emisi otoakustik frekuensi rendah. Hasilnya: tidak ada satu pun partisipan yang mengalaminya.

Lalu, bagaimana dengan suara yang tidak bisa diukur?

Profesor Drexl menjelaskan bahwa ada kelompok orang yang mendengar sesuatu yang tidak dapat diukur secara objektif. Mereka inilah yang diyakini memiliki tinnitus frekuensi rendah.

“Berdasarkan hasil kami, meskipun kami belum sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan sumber suara fisik dari luar, kami berpendapat bahwa tinnitus subjektif dalam rentang frekuensi rendah sering kali menjadi penyebab dari sensasi denyut atau dengungan frekuensi rendah.”


Kesimpulan: Dua Jawaban untuk Satu Misteri

 
 
Penyebab Penjelasan Kelompok Penderita
Pendengaran super tajam

Mampu mendengar suara frekuensi rendah nyata dari lingkungan yang tidak didengar orang lain

Sangat sedikit
Tinnitus frekuensi rendah

Mendengar suara yang dihasilkan oleh sistem pendengaran sendiri, tanpa sumber eksternal

Mayoritas penderita "The Hum"

Fakta Tambahan yang Menarik

  • Beberapa penderita melaporkan bahwa dengungan menjadi semakin terasa saat mereka dalam kondisi stres atau kelelahan.

  • Fenomena ini paling sering dilaporkan di daerah dengan kepadatan penduduk relatif tinggi.

  • Sumber suara frekuensi rendah dari lingkungan bisa berasal dari:

    • Manusia: sistem ventilasi, pompa panas, kebisingan lalu lintas, kincir angin.

    • Alam: gelombang laut yang menghantam pantai, angin yang melewati bentang alam.


Dengan penjelasan ini, semoga Anda yang mungkin selama ini merasa terganggu oleh dengungan misterius di malam hari kini memiliki pemahaman yang lebih jernih — bahwa apa yang Anda dengar bukanlah halusinasi, melainkan fenomena yang nyata secara fisiologis atau pendengaran, dan kini telah memiliki penjelasan ilmiah.

 

Sumber: Dailymail.com